Serdadu Burung Hantu Karema Winebetan, Ketua Farry Sambeka: All-out Support Persmin Minahasa

Minahasa, MGs

Penggemar bola di Minahasa kini menaruh harapan besar kepada klub Persatuan Sepak Bola Minahasa (Persmin), yang kembali bangkit pasca meredup sekian tahun.

Kendati saat ini tim berjulukan Manguni Makasiouw memulai dari bawah alias tampil di Divisi 4, namun penampilan Persmin tetap tertanam dalam hari para penggemarnya.

Satu di antaranya fans berjulukan ‘Serdadu Burung Hantu’ Karema Winebetan, Kecamatan Langowan Selatan. Klub Karema yang meraih posisi ketiga pada turnamen Main Bola di Kampung Presiden akhir tahun, siap mendukung Persmin Minahasa.

Farry Sambeka, Ketua Karema Winebetan sekaligus Ketua Fans Serdadu Burung Hantu mengungkapkan, mereka siap menjadi bagian dari suporter Persmin Minahasa.

“Mereka (fans) menyatakan kesiapan untuk mendukung klub Persmin Minahasa. Meski tergolong baru, tapi kami sangat antusias dan all-out memberi support,” ujarnya, Jumat (06/03/2026, malam.

Dia mengaku memang sejak dahulu bersama teman-teman pendukung setia, mengikuti Persmin Minahasa baik saat bertanding di Stadion Maesa Tondano maupun di Stadion Klabat Manado, bahkan pernah ikut ke Stadion Gelora Ambang, markas Persibom Bolmong.

“Saat Persmin bermain dalam laga uji coba di Lapangan Schwarz Langowan dalam lawan PSKT (Kota Tomohon) Allstars kami bertemu dengan beberapa pimpinan fans Persmin. Kabar bagusnya pendukung Serdadu Burung Hantu Karema Winebetan akan didata untuk menjadi bagian suporter Persmin,” bebernya.

Farry mengatakan, dari pembicaraan tersebut nantinya akan ditindak lanjuti. Itu sebabnya dia akan menunggu informasi selanjutnya.

Menurutnya, yang paling pokok dan penting yakni para anggota Karema Winebetan, tetap memupuk persaudaraan antar anggota dan warga. Sebab, bagi dirinya, kekompakan adalah hal utama, dan rasa saling pengertian serta persaudaraan.

Sekadar diketahui, para anggota Karema Winebetan selalu tampil heboh saat mendukung klub sewaktu tampil di Turnamen Langowan Cup 2025.

Para pendukung dengan warna khas hitam, tak hanya para cowok, namun cewek-cewek, om-om dan tante-tante, anak-anak bahkan para oma-opa, meski hujan lebat sekalipun.

(tim/mgs/*)